DPP GMNI 2025-2028 Dikukuhkan, Luncurkan REDLAB sebagai Laboratorium AI dan Media Analytics
DPP GMNI periode 2025–2028 resmi dikukuhkan di bawah kepemimpinan Sujahri Somar. Bersamaan dengan itu, GMNI meluncurkan REDLAB, laboratorium AI dan media analytics untuk memperkuat kaderisasi ideologis di era digital.
GMNIUNIVERSE.COM, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) periode 2025–2028 resmi dikukuhkan pada Kamis, 15 Januari 2026. Momen bersejarah ini sekaligus ditandai dengan peluncuran REDLAB GMNI, laboratorium AI dan media analytics yang dirancang untuk memperkuat kaderisasi ideologis organisasi di era digital. DPP GMNI dipimpin oleh Sujahri Somar sebagai Ketua Umum, dengan Amir Mahfut menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
Kritik Keras terhadap Kebijakan Pembangunan yang Abai Lingkungan
Dalam pidato pengukuhannya, Sujahri menegaskan bahwa krisis lingkungan yang melanda berbagai wilayah Indonesia — termasuk banjir dan longsor di Sumatera — bukan semata peristiwa alam. Menurutnya, bencana-bencana ekologis itu merupakan cerminan dari model pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan dan mengancam keselamatan rakyat.
Ia secara tegas menolak narasi bahwa bencana adalah takdir. "Bencana adalah hasil dari pilihan. Pilihan kebijakan yang menempatkan keuntungan di atas keberlanjutan, dan proyek di atas kemanusiaan," ujar Sujahri, dikutip pada Jumat, 16 Januari 2026.
Sujahri juga menyoroti ketimpangan relasi antara manusia, kebijakan, dan alam. Ketika eksploitasi dilegalkan atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi, rakyat kecil selalu menjadi korban pertama yang suaranya paling akhir didengar.
Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, GMNI turut menggalang dan menyalurkan donasi untuk para korban bencana di Sumatera. Bagi GMNI, solidaritas bukan sekadar aksi simbolik, melainkan perwujudan paling awal dari perjuangan ideologis. "Marhaenisme hidup ketika keberpihakan diwujudkan dalam tindakan," kata Sujahri.
GMNI juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat yang terdampak krisis lingkungan, tidak hanya saat bencana menjadi sorotan media, tetapi juga dalam advokasi kebijakan pembangunan jangka panjang yang adil dan berkelanjutan.
Peluncuran REDLAB GMNI: Laboratorium AI untuk Kaderisasi Digital
Momen pengukuhan DPP GMNI periode ini juga diwarnai dengan peluncuran REDLAB GMNI — singkatan dari Laboratorium Merah. REDLAB diproyeksikan sebagai laboratorium Media Analytics dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang khusus untuk memperkuat kaderisasi ideologis organisasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Menurut Sujahri, REDLAB merupakan bagian integral dari agenda besar Reposisi GMNI yang kembali meneguhkan spirit Marhaenisme dalam konteks zaman. Ia menjelaskan bahwa medan perjuangan saat ini tidak lagi terbatas pada jalanan atau ruang kelas, melainkan telah merambah ke ruang digital yang dipenuhi algoritma, big data, dan pertarungan narasi.
"Ketimpangan hari ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal informasi. Siapa yang menguasai data dan narasi, dialah yang menentukan arah kesadaran publik," tegasnya.
REDLAB difokuskan pada tiga bidang utama: analisis percakapan publik, pemetaan opini media, serta pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab. Sujahri menekankan bahwa kehadiran REDLAB bukan untuk kepentingan manipulasi informasi, melainkan untuk membekali para kader agar mampu membaca realitas sosial secara jernih, kritis, dan analitis.
Buletin Zaken dan GMNI.AI, Produk Unggulan dari REDLAB
Dari REDLAB, lahir dua produk unggulan yang siap memperkuat ekosistem pengetahuan organisasi. Pertama, Buletin Zaken — sebuah produk analisis media berbasis data yang membahas isu-isu publik secara rasional dan mendalam. Kedua, GMNI.AI — platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendemokratisasikan akses pengetahuan bagi seluruh kader GMNI di Indonesia.
"Melalui pengukuhan ini, GMNI menegaskan bahwa Marhaenisme tidak anti-teknologi," pungkas Sujahri.
Dengan peluncuran REDLAB GMNI sebagai laboratorium AI dan reposisi ideologis yang lebih adaptif, GMNI menandai babak baru perjuangan yang relevan dengan tantangan zaman — memadukan semangat Marhaenisme dengan literasi digital dan teknologi.


