Ir. Soekarno
Bung Karno menulis buku ini bukan karena tren — ia menulis karena marah. Marah melihat perempuan Indonesia diperlakukan sebagai "blasteran antara Dewi dan seorang tolol": dipuja-puja tapi tidak dianggap setara. Sarinah, yang terbit pertama kali tahun 1947, adalah kumpulan bahan pengajaran Bung Karno dalam kursus wanita — membahas feminisme, perbandingan nasib perempuan di Barat dan Timur, perempuan dalam Islam, hingga soal kodrat yang sering disalahpahami. Bagi Soekarno, soal perempuan bukan soal perempuan saja — ia adalah soal masyarakat, soal bangsa, soal revolusi yang belum selesai. Judulnya diambil dari nama pengasuhnya semasa kecil, Mbok Sarinah, yang mengajarkannya satu hal sederhana tapi mendasar: mencintai orang kecil.